Friday, 20 February 2015

umi, omma, okasan, mak, mamak

Perempuan Pagi.
Kusebut dia perempuan pagi. Lahir lebih cepat dari matahari terbit. Hidup sebelum kokokkan ayam bersahutan. Sebelum azan subuh berkumandang. Kau tahu? Dia adalah perempuan segala dunia dan isinya.
Dia mengangkat beban sebelum mata-mata manusia terbangun. Dia mengangkat doa setinggi-tingginya hingga bergetar singgasana Tuhan di langit sana.
Kusebut dia perempuan pagi. Perempuan yang menyiapkan segala kehidupan sebelum matahari bersinar terang. Melalui tangan dinginnya lahir berbagai macam kasih sayang. Mulai dari makanan yang nikmat dan usapan yang lembut pada wajah. Melalui mata tajamnya lahir berbagai macam cerita. Seandainya mata mampu berbicara, maka seluruh pembicaraan itu adalah sebuah kejujuran tentang cinta yang tak terbantahkan.
Kupanggil dia perempuan pagi. Perempuan yang mungkin sangat lelah tapi dia (katanya) bahagia. Wujud sebuah rasa yang terungkapkan dalam bersihnya rumah, sedapnya sarapan, lembutnya sentuhan. Sebuah cinta yang terungkap dalam doa-doa sunyi. Tidak kami tahu tapi boleh dirasakan betapa dahsyat doanya turut memudahkan langkah ini.
Ku namakan dia perempuan pagi.
Perempuan yang setiap hari kupanggil 'Umi'. :')

No comments:

Post a Comment

best?... mind to comment?